Belajar Mengaji - Belajar Membaca Al-Qur’an dengan Mudah dan Cepat


Al-Qur’an adalah kalam Allah yang harus dibaca, dipahami, dihayati, sehingga dapat menjadikan pedoman hidup untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Perintah pertama yang didapatkan oleh Nabi Muhammad saat beliau menjadi rasul adalah iqra’ yang artinya bacalah.
Jadi, membaca Al-Qur’an merupakan hal pertama yang wajib dikuasai oleh Anda untuk memahami isinya sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan.
Semakin bertambah-Nya kemajuan teknologi, para orang tua sering kali lalai untuk mengajarkan anak-anaknya untuk mengaji dan belajar membaca Al-Qur’an. Orang tua zaman sekarang lebih mementingkan anak-anaknya untuk mempelajari pelajaran umum ketimbang pelajaran agama.
Sehingga ketika dewasa belum bisa membaca Al-Qur’an, padahal hukumnya wajib bagi setiap Muslim untuk membaca Al-Qur’an.
“Jika Anda merupakan salah satunya, jangan khawatir. Tidak ada kata terlambat untuk belajar membaca Al-Qur’an. Disebuah hadits Rasulullah SAW pernah bersabda “sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”.

Ada banyak metode yang bisa Anda gunakan. Pada intinya metode hanyalah cara untuk menggapai tujuan yang sama yaitu bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Berikut ini akan diulas mengenai metode atau cara belajar membaca Al-Qur’an yang mudah dan  terpopuler di Indonesia. Tapi, kami hanya memberikan beberapa saja. Silahkan Anda simak informasi dibawah ini:
Belajar Mengaji Iqro’
Metode ini mengharuskan peserta didiknya untuk langsung melakukan latihan membaca Al-Qur’an. Buku atau kitab yang digunakan terdiri dari 6 jilid yang semakin bertambah jilid, maka tingkatan pelajaran akan semakin kompleks sehingga semua pelajaran ilmu tajwid tercantum di dalamnya.
Untuk membeli buku tersebut sangat mudah karena banyak dijual di toko-toko buku. Kekurangan metode ini adalah kurangnya media belajar, maka dari itu guru memberikan pelajarannya kurang maksimal sehingga keaktifan peserta didik sangat menentukan keberhasilan metode ini.

Mengaji dengan Cara Qira’ati

Belajar mengaji dengan metode ini, Anda secara tidak langsung mempraktekkan bacaan yang tartil yang sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.
Kitab atau buku Qira’ati ada 6 jilid dengan tambahan juz 27 setelah jilid 5 dan ada dua tambahan pelajaran dalam jilid lanjutannya yaitu Ghorib dan tajwid.
Sistem kenaikan jilid pada metode ini tergantung pada kelancaran peserta didik dalam membaca serta menguasai materi pada jilid yang diujikan.
Dalam bukunya, Qira’ati menyampaikan bacaan Al-Qur’an secara praktis, tidak dieja atau langsung, sederhana, sedikit demi sedikit, murid dirangsang untuk saling berpacu diri, atau siswa didik bisa membaca karena terbiasa.
Tambahan pelajaran diberlakukan dalam metode ini yaitu hafalan doa-doa, suratan pendek, hadits-hadits pendek, bacaan sholat, serta fiqih ibadah. Sehingga santri tidak hanya bisa membaca tetapi juga hafal terhadap tambahan pelajaran tersebut.
Guru atau pembimbing yang mengajarkan metode ini harus memiliki syahadah dengan melalui ujian bertahap serta harus lulus metodologi dan praktek mengajar, sehingga guru atau pembimbing memiliki standar bacaan yang sama.
Di karena santri akan naik jilid berdasarkan kemampuan-Nya maka bagi yang tidak lancar bisa membutuhkan waktu yang cukup lama agar khatam dengan menggunakan metode Qira’ati
Itulah metode atau cara belajar membaca Al-Qur’an yang paling populer dan sering ditemui di Indonesia yang bisa digunakan. Jika dirasa belum cukup/tidak cocok dari metode di atas kami masih ada 1 trik untuk membaca Al-Qur’an dengan cepat simak dengan baik di bawah ini :
Belajar Al-Qur’an menggunakan metode ini anda bisa membaca Al-Qur’an  kurang dari 1 jam bisa lancar membaca Alquran. Sesuai dengan namanya metode ini hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk dapat membaca Alquran, yang nantinya dilanjutkan dengan praktek.
Terdapat tiga kunci untuk lancar membaca Al-Qur’an dengan menggunakan metode tersebut. Pertama, seseorang itu harus menguasai huruf Al-Qur’an   yang jumlahnya 30 huruf. Sementara, kunci yang kedua harus bisa menguasai tanda baca Alquran yang jumlahnya ada delapan tanda baca.
Untuk bisa menguasai huruf dan tanda baca itu dibutuhkan waktu kira – kira 30 menit atau lebih. Setelah itu dilanjutkan dengan praktik.
Sementara, kunci yang ketiga dengan menguasai tajwid yang ada dalam Al-Quran. Dimana, untuk menguasai tajwid tersebut dapat dipraktekkan seiring dengan praktik yang dilakukan setelah kegiatan ini kedepannya.
Namun untuk menguasai huruf Al-Quran dengan cepat, juga ada tekniknya. Dimana, pertama dengan menyebut 30 huruf tersebut dengan nama latinnya. "Contoh kalau huruf alif  latinnya A, Ain  juga A,  hamzah  juga A, jadi A ada tiga. Terus dal,dzal, dhod itu disebut D semua. Sin, Syin, Sod itu S semua,"

Karena dalam satu huruf latin terdapat beberapa huruf Al-Quran, maka teknik membedakannya dengan cara diberi ciri-ciri terhadap huruf tersebut. Teknik tersebut merupakan teknik kedua untuk dapat menguasai 30 huruf tersebut.

"Contohnya alif atau A, itu ciri-cirinya lurus. Contohnya huruf S kalau di Al-Quran bertemu dengan huruf yang giginya tiga, itu pasti S. Dan semua huruf Al-Quran itu ada ciri-cirinya semua,"

Setelah melalui dua teknik tersebut, maka selanjutnya dengan mengajari bagaimana melafalkan huruf tersebut dengan benar, sesuai dengan tajwid. "Kalau Anda sudah tahu ciri-ciri huruf, biasanya kuat ingatannya, kuat memorinya untuk menghafal hurif-huruf Al-Quran. Dengan ciri-ciri itu seseorang menjadi ringan untuk menghafal huruf dan melafalkannya setelah itu,"  

Catatan : untuk menggunakan metode cepat ini saya sarankan anda mempraktikannya menggunakan iqro’ dahulu. Karena itu yang paling mudah.

Semoga bermanfaat,